Sudut Pandang
SUDUT PANDANG
Beberapa hari yang lalu, teman bilang ke saya "kenapa hal besar susah untuk dicapai?, apa tuhan tegas menyatakan kita mengalami keadaan yang kerdil dahulu? Lantas beberapa manusia yang lain kenapa hingga tua ternyata tetap saja kerdil?"
Isi pertanyaan tersebut, dia lupa beberapa hal, hal besar tak mungkin menjadi besar jikalau tak dahulu menjadi kecil, anda tak melulu hanya menggumam kalau usaha doa anda tak bergema. Saya yakin anda mau nya bukan menjadi pegawai dikehidupan dunia yang hanya satu kali ini. Kalau bisa, anda mau nya menjadi pemerintah daerah, atau syukur menjadi gubernur, disegala urusan dunia, tuhan telah memanfaatkan manusia untuk mengatur peraturan dan tatanan.
Tapi tuhan tidak cuci tangan, dia masih berperan, bahkan jadi aktor utama. Anda jadi apa, diatur oleh tatanan sosial terhadap negara, nepotisme contohnya. Sejak dari dulu banyak takdir tuhan yang diganjal oleh kuasa manusia, oleh karena itu daripada saya bersandar pada kenyamanan bersumber dari kuasa manusia namun bersifat temporer dan tak ada jaminan akan kekal, saya memilih tergabung pada kenyamanan yang maha kuasa .
Hidup baiknya di representasikan seperti anak kecil, mengetahui semua hanya main main semata, kehilangan jumlah besar seharusnya tak butuh respon kesedihan yg terlalu, humanis kalau berada dititik paling bawah, dan wajib hukumnya naik kembali keatas walaupun dengan hal kecil.
Sekarang, baiknya duduk bersila, tadah kedua tangan, bicarakan baik baik, dengan nada lirih dengan sepenuh hati, tanpa nada tinggi, dan menyulut amarah hati.
Tapi tuhan tidak cuci tangan, dia masih berperan, bahkan jadi aktor utama. Anda jadi apa, diatur oleh tatanan sosial terhadap negara, nepotisme contohnya. Sejak dari dulu banyak takdir tuhan yang diganjal oleh kuasa manusia, oleh karena itu daripada saya bersandar pada kenyamanan bersumber dari kuasa manusia namun bersifat temporer dan tak ada jaminan akan kekal, saya memilih tergabung pada kenyamanan yang maha kuasa .
Prospek manusia terlalu pendek, doa hanya terpaku di suatu hal, permisalan A contohnya, meminta A dan A dan hanya A, tanpa diketahui bahwa B yang bukan menjadi pilihan ternyata jauh lebih baik. Tuhan berperan, dia berani menjadi tokoh antagonis, disaat pilihan yang diinginkan tidak terkabul, hingga kita mengira tuhan tak rahman maupun rahim. Kembali lagi, prospek tuhan jauh, dia maha tau, kita akan jauh berterima kasih kelak pada tuhan, karena apa yang tidak diinginkan dulu, ternyata membuat hidup yang ada sekarang melebihi kesuksesan dari ekspetasi nya dulu jika tuhan mengabulkan pilihanmu , artinya jika allah mengabulkan pilihan mu di A, kamu hanya punya rasa bahagia dan suksesmu di angka 40%, tapi sekali lagi, dia maha tau dari yang sudah tau, dia merubah arah tujuan hidupmu, kemudian membuat hari tua mu 98% jauh lebih bahagia.
Kemudian seorang bertanya, "lo bukannya tuhan maha mujib (mengabulkan)?"
Jawabku " memang, tak diragukan",
Tanyanya " apa salah saya punya tujuan A,dan kemudian aku menyebut A terus didalam doaku ?"
jawabku dengan membalik pertanyaannya "berarti memang benar harusnya tuhan tidak mengabulkan doamu "
Dia bertanya dengan kebingungannya" maksdmu ?"...
Jawabku " contoh mudahnya , kamu ingin buah apel, kamu doa menyebut apel terus menerus. Kemudian jibril membawa semua buah yang lebih besar terkecuali apel, kemudian jibril kembali ke langit. Titik poin dari sebuah permintaan, tuhan menunda memberi suatu hal yang lebih besar dikarenakan doa mu sendiri ,kalau saja tidak terlalu obsesi tentang ambisi , mungkin hari ini juga menerima rejeki yg luar biasa dan tidak disangka sangka.
Kesalahan terbesar orang yg punya penderitaan di dunia ini, dia tidak merubah pola pikir dan obsesi nyaa tentang duniawi. Kita punya mainan bagus , malah diambil orang lain, dilain waktu dikasih orang sebutir permen, malah girang kembali bukan main.
Kemudian seorang bertanya, "lo bukannya tuhan maha mujib (mengabulkan)?"
Jawabku " memang, tak diragukan",
Tanyanya " apa salah saya punya tujuan A,dan kemudian aku menyebut A terus didalam doaku ?"
jawabku dengan membalik pertanyaannya "berarti memang benar harusnya tuhan tidak mengabulkan doamu "
Dia bertanya dengan kebingungannya" maksdmu ?"...
Jawabku " contoh mudahnya , kamu ingin buah apel, kamu doa menyebut apel terus menerus. Kemudian jibril membawa semua buah yang lebih besar terkecuali apel, kemudian jibril kembali ke langit. Titik poin dari sebuah permintaan, tuhan menunda memberi suatu hal yang lebih besar dikarenakan doa mu sendiri ,kalau saja tidak terlalu obsesi tentang ambisi , mungkin hari ini juga menerima rejeki yg luar biasa dan tidak disangka sangka.
Kesalahan terbesar orang yg punya penderitaan di dunia ini, dia tidak merubah pola pikir dan obsesi nyaa tentang duniawi. Kita punya mainan bagus , malah diambil orang lain, dilain waktu dikasih orang sebutir permen, malah girang kembali bukan main.
Hidup baiknya di representasikan seperti anak kecil, mengetahui semua hanya main main semata, kehilangan jumlah besar seharusnya tak butuh respon kesedihan yg terlalu, humanis kalau berada dititik paling bawah, dan wajib hukumnya naik kembali keatas walaupun dengan hal kecil.
Sekarang, baiknya duduk bersila, tadah kedua tangan, bicarakan baik baik, dengan nada lirih dengan sepenuh hati, tanpa nada tinggi, dan menyulut amarah hati.
Komentar
Posting Komentar