Postingan

2020, Bising

Gambar
2020, BISING Setahun lalu, mengawali taun dalam kerliapan kembang api, kerasnya suara terompet, sorak ruai kebahagiaan masyarakat, syukur yang di lantunkan dalam doa kepada tuhan, dan berharap tahun depan lebih baik. Harapan mulai berbalik sampai dari maret, berkeliaran kabar tak tau rimba nya dari mana, aktual atau tidak, dipercaya atau membabi buta, menimbulkan banyak kegaduhan dampak dari peristiwa informasi yang ada.  Pemerintah bersih kukuh ini hanyalah masalah biasa, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Hingga puncaknya mei, para petinggi mulai tarik ulur, statement yang awalnya kalau negara ini tidak apa apa, menjadi masyarakat tidak boleh kemana mana, seperti menelan ludah sendiri, berharap menenangkan masyarakat, dengan memberi penjelasan yang logis, berlarut berlarut semakin miris, bertujuan mengalihkan perhatian, malah membuat blunder ke gawang sendiri. Para petinggi berlomba lomba mencari panggung, saling saut menyaut ide pribadi, mungkin biar terlihat bekerja,...

Sudut Pandang

Gambar
SUDUT PANDANG Beberapa hari yang lalu, teman bilang ke saya "kenapa hal besar susah untuk dicapai?, apa tuhan tegas menyatakan kita mengalami keadaan yang kerdil dahulu? Lantas beberapa manusia yang lain kenapa hingga tua ternyata tetap saja kerdil?"  Isi pertanyaan tersebut, dia lupa beberapa hal, hal besar tak mungkin menjadi besar jikalau tak dahulu menjadi kecil, anda tak melulu hanya menggumam kalau usaha doa anda tak bergema. Saya yakin anda mau nya bukan menjadi pegawai dikehidupan dunia yang hanya satu kali ini. Kalau bisa, anda mau nya menjadi pemerintah daerah, atau syukur menjadi gubernur, disegala urusan dunia, tuhan telah memanfaatkan manusia untuk mengatur peraturan dan tatanan. Tapi tuhan tidak cuci tangan, dia masih berperan, bahkan jadi aktor utama.  Anda jadi apa, diatur oleh tatanan sosial terhadap negara, nepotisme contohnya.  Sejak dari dulu banyak takdir tuhan yang diganjal oleh kuasa manusia, oleh karena itu daripada saya bersandar pada ...

Menjaga kewarasan

Gambar
MENJAGA KEWARASAN Setiap pribadi punya sikap masing masing dalam bertatap dengan hidup, ada yang tersungkur kemudian tergeletak, ada yang merajut asa sambil mengangkat angan kepada yang kuasa sembari membisik perih. Hidup bisa berarti rajutan doa dan usaha yang satu persatu dijahit berharap tuhan berkenan tertarik untuk membeli. Kemudian bagaimana nasib orang yang tak berusaha dan berdoa? Lantas apakah tuhan berkenan, atau berhasrat untuk mengacuhkan? Ada yang harapnya diijabah, tapi kebebasan dijajah, ada yang digaji puluhan juta, tapi diikuti ketakutan besi penjara, ada yang  berpangkat tinggi, tapi nurani dijeruji, ada yang berkuasa, tapi kejujuran dijadikan tuna wicara, dan sebagian lain memilih hidup beruntung, menjadi merdeka dengan pilihan hidup yg diinginkan, hati tenang merasa tidak ada yg dikhawatirkan,tak berkuasa tak apa asal empati simpati masih ada, lebih elok merdeka oleh nikmat yg sudah diberi, daripada harus menjadi komunis nafsu duniawi.  Tinggal ...